Jadi Politikus Seks Aja, Yuk!

Mariska Lubis

MARISKA LUBIS

TIDAK berminat menjadi politikus negara, tidak masalah, asal jangan pernah menolak menjadi seorang politikus seks. Rugi!

Ide dari tulisan ini adalah karena banyaknya pertanyaan bagaimana seseorang yang belajar poltik seperti saya ini, justru akhirnya lari ke dunia seks. Apa hubungannya? Apa nggak malu? Tidak takut dianggap murahan? Jawabannya cukup mudah, poltik dan seks sangat erat hubungannya. Sebelas – dua belas. Dan bila kita pelajari keduanya lebih mendalam lagi, hanya perkawinan antara politik dan sekslah yang bisa membuat dunia menjadi lebih berwarna. Dan untuk apa malu karena niat baik setiap orang untuk bisa membantu orang lain, bagaimana pun caranya, apapun bentuknya, selama dilakukan dengan tulus dan ikhlas harus terus diperjuangkan. Kalau murahan, ya, itulah kehebatannya politikus seks: “Membiarkan lawannya bergumul dengan khayalan dan pikirannya sendiri sehingga semua tujuan dapat tercapai”. Asyik, kan?

Pasti pernah mendengar bagaimana cerita Si cantik Cleopatra yang berhasil melumpuhkan hati banyak pria termasuk pahlawan besar dari negara besar demi kepentingan bangsanya. Begitu juga dengan cerita mata-mata nan seksi mantan seorang pelacur bernama Matahari, yang berhasil mendapatkan setumpuk data rahasia hanya dengan kepiawaiannya bermain cinta. Atau kisah cinta antara John Robert F. Kennedy dan Marilyn Monroe serta Bill Clinton dan seorang staf pegawainya yang membuat gedung putih pun “bergoyang”. Cerita-cerita yang hebat dari politikus seks wanita.

Sama halnya dengan politikus seks pria yang hebat. Ken Arok contohnya. Dia berusaha keras mendapatkan Ken Dedes karena dia yakin sekali bahwa dengan menikahi Ken Dedes, dia bisa mendapatkan kekuasaan. Atau cerita bagaimana para pengusaha yang memberikan “upeti” berupa wanita cantik dan segar kepada para penguasa untuk mendapatkan proyek. Tidak usah jauh-jauhlah, kisah cinta segitiga antara mantan pejabat Komisi Pemberantasan Korupsi kita, Bapak Antazari Azhar dengan Rani dan almarhum Nazruddin yang tewas mengenaskan di tangan pembunuh bayaran.

Lain lagi dengan tulisan Bang Andy Syoekry Amal “Keperkasaan dan Seks Liar, Pengalaman Saya dengan Mariska”, yang mengguncang para Kompasianer. Jebakan mautnya lewat judul yang menggoda, nakal, seksi, dan mengundang, berhasil menjebak para penggemar seks untuk membaca tulisannya. Menurut saya, Bang Andy ini bisa dikategorikan sebagai Politikus Seks yang dahsyat.

Andy Syoekry Amal

ANDY SYOEKRY AMAL

Anyway, tulisan ini tidak dimaksudkan untuk membahas cerita-cerita di atas, tetapi saya ingin sekali memperkenalkan politik seks ini demi kebahagiaan setiap insan di dunia ini. Karena seperti yang diutarakan oleh Freud dan Foucalt dalam banyak buku-bukunya: “Seks adalah sebuah sumber kekuatan untuk mencapai tujuan.”

Terlalu banyak sudah masalah yang timbul karena kurangnya pengetahuan tentang seks, yang seringkali dianggap tabu atau justru disepelekan, yang berakibat pada “kebablasan”, ketidakbahagiaan seseorang dan ketidakharmonisan hubungan dalam rumah tangga. Tidak hanya sampai di sana, sudah banyak contoh runtuhnya moral dan budaya serta kehidupan sosial sebuah bangsa hanya gara-gara seks.

Tidak berbeda dengan politikus lainnya, seorang politikus seks sejati harus mampu memanfaatkan setiap peluang yang ada. Sekecil apapun besarnya, dan sebesar apapun resikonya. Jangan hanya berkutat dengan soal hubungan badan saja, tetapi harus dilihat dalam arti yang lebih luas. Kemampuan berkomunikasi dan menggunakan bahasa tubuh yang baik dan benar sangatlah diandalkan dalam hal penerapannya. Mulai dari cara berpakaian, tutur bahasa, serta tindak-tanduk dan gerak gerik yang mampu menjadi daya tarik lawan jenisnya.

Lihat saja Arnold Swazenegger yang secara tidak langsung menggunakan politik seks untuk mencapai tujuannya. Wajahnya yang tampan, tubuhnya yang besar, gaya dan penampilannya yang memikat mampu mempengaruhi banyak lawan jenisnya untuk mau memilihnya dan menjadikannya seorang Gubernur. Kemampuannya berpidato yang penuh dengan isi, humor, dan ajakan membuatnya sangat “digila-gilai”.

Seorang politikus seks wajib memiliki wawasan yang luas, pikiran yang terbuka, pendirian yang kuat, dan hati yang lapang. Semakin banyak topik yang dimengerti dan dipahami, semakin banyak perbedaharaan kata yang dimiliki, semakin besar peluang mempengaruhi lawan. Semakin kuat pemikiran dan pendirian, semakin lapang hati yang dimiliki, semakin besar kemungkinan untuk mengalahkan lawan. Tinggalkan segera prinsip “Dari Saya, Oleh Saya, dan Untuk Saya” dan gantilah dengan “Dari Dia, Oleh Dia, dan Untuk Bersama”. Fokus kepada kepentingan bersama dan untuk kebahagiaan bersama.

Contohnya adalah sebuah pertanyaan yang seringkali diajukan kepada saya: “Bagaimana mengajak pasangan untuk mau bereksplorasi di luar kebiasaan sehari-hari?”. Tidak mudah, tetapi bisa diwujudkan. Rayuan ataupun paksaan, wajah memelas ataupun marah, tidak akan memberikan solusi. Pikat hatinya dan goda hasratnya dengan memberikan banyak masukan kepada pasangan tentang indah dan nikmatnya mencoba hal-hal yang baru, lengkap dengan pengetahuan tentang manfaat, kelebihan dan kegunaannya. Biarkan dia berpikir dan memutuskannya sendiri. Bukanlah hal yang mustahil bila pada akhirnya Si dia pun mau melakukan apa yang kita inginkan.

Kenalilah kelebihan dan kekurangan diri, dia, orang lain, dan lingkungan sekitar dengan sebaik-baiknya. Manfaatkan semua kelebihan secara maksimal. Tutupi kekurangan dengan terus belajar dan belajar. Lihat, dengar, dan rasakan. Pahami dan renungkan. Hasilnya pasti akan luar biasa!

Jadilah Politikus Seks yang Handal! Guncangkanlah dunia Anda dan Si Dia! Nikmatilah hasilnya bersama-sama!

Salam,

MARISKA LUBIS

mariskalubis@yahoo.com

Tulisan ini dapat juga dibaca di Kompasiana

Share on Facebook Share on Twitter

~ oleh Mariska Lubis pada September 21, 2009.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: