“Hai, Perempuan! Jangan Mau Jadi Objek Penderita!”

Mariska Lubis

MARISKA LUBIS

JADI subjek penikmat lebih asyik! Lebih seru! Lebih memuaskan! Atomic Orgasmic, deh, pokoknya!

Kalau biasanya pria yang bertanya soal bagaimana bisa memuaskan dirinya sendiri dan pasangannya, perempuan lain lagi pertanyaannya. Kebanyakan justru bertanya, bagaimana caranya bisa menikmati seks dengan pasangannya. Susah katanya!

Bodoh amat ya! Masa menikmati yang enak saja susah! Belum tahu caranya, sih! Coba kalau tahu, pasti ketagihan!

Sebagian dari para perempuan ini mengakui bahwa seks yang mereka dapatkan sebelum menikah, jauh lebih menyenangkan dibandingkan setelah menikah. Apalagi setelah punya anak. Rasanya sangat hambar. Bahkan biar cepat selesai dan supaya suami mereka tidak merasa kecewa, mereka pun berpura-pura sudah orgasme alias fake orgasm. Persis seperti yang suka ditonton orang-orang dewasa. Uh-ah-nya cuma akting doang!

Saya bilang, itulah makanya kenapa orang tua bilang, “Jangan melakukannya sebelum resmi menjadi suami. Rugi!”. Jadi nggak ada penasarannya lagi, kan?

Sewaktu masih pacaran, deg-degan jantung akibat sembunyi-sembunyi, membuat adrenalin di dalam tubuh menjadi bergejolak. Libido tidak mau kalah, dia pun ikut-ikutan naik. Efeknya, keinginan itu jadi terus merongrong dan orgasme pun lebih cepat diraih. Ditambah lagi perasaan saat jatuh cinta yang sejuta rasanya itu. Di mana pun, kapan pun jadi! Selama ada kesempatan, biarpun kesempitan, pasti diusahakan bisa. Ya, nggak?

Setelah menikah, tantangan pun menjadi berkurang. Sudah resmi, sih! Kalau ketahuan tidur bareng satu kamar pun sudah tidak akan dimarahi lagi. Siapa yang berani melarang coba? Sudah nyaman, tidak akan ada yang mengganggu, tidak ada yang melarang, tidak ada juga resiko ketahuan anak, ngapain cari tempat lain? Di kamar sudah paling enak. Jadi aja… di kamar terus. Nggak pernah nyoba cari tempat-tempat lain yang lebih menantang. Lama-lama bosan, deh! Apalagi kalau posisinya itu-itu terus…. boring banget jadinya.

Padahal, tidak ada salahnya mencoba menjadi seperti masa pacaran dulu. Mencoba hal-hal baru yang di luar kebiasaan. Tempat baru, lokasi baru, posisi yang baru pula. Wong, sama suami sendiri, kenapa harus takut atau malu?

Biasakan untuk berdiskusi masalah ini dengan suami. Komunikasi harus menjadi prioritas utama. Dia pasti tidak akan marah bila Anda memintanya dengan wajah manis, penuh senyum, dipadu dengan tawa dan canda. Plus tampilan dan dandanan yang memikat hatinya. Biar lebih gampang merayu, maksudnya. Dijamin tidak akan ditolak! Malah bisa-bisa dia yang lebih bernafsu untuk cerita dan bertanya.

Eksplorasi alias menjelajahi tubuh Anda sendiri juga bisa membantu. Bukan masturbasi, lho! Ekplorasi! Anda jadi tahu, daerah mana yang paling “sensitif” dan daerah mana yang sama sekali tidak “sensitif”. Lebih bagus lagi kalau ekplorasinya tidak sendirian, tetapi bareng suami. Biar sama-sama tahu, gitu, lho!

Pria juga akan merasa tertantang bila Anda menantang. Pria bosan dengan pasangan, yang menurut istilah mereka, “seperti guling”, tidak bisa bergerak alias diam saja. Mereka juga butuh Anda untuk bisa membuatnya menjadi lebih bergairah. Semakin banyak Anda “bergerak” semakin dia menikmatinya. Jadi sama-sama enjoy!

Makanya, jangan mau dijadikan objek penderita saja. Atomic orgasmic juga penting buat keharmonisan rumah tangga.

Selamat mencoba, ya!

Salam,

MARISKA LUBIS

mariskalubis@yahoo.com

Tulisan ini juga dapat dibaca di Kompasiana

Share on Facebook Share on Twitter

~ oleh Mariska Lubis pada September 22, 2009.

3 Tanggapan to ““Hai, Perempuan! Jangan Mau Jadi Objek Penderita!””

  1. selamat ya atas blog barunya. Happy ngeblog…. Eh BTW mo ga tukeran link. Link saya http://ahmadzainul.wordpress.com mohon untuk bisa dimasukan di blogroll anda, demikian sebaliknya. makasih ya sebelumnya. salam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: