Kutang Madonna atau Ikat Pinggang JLo?

Mariska Lubis

MARISKA LUBIS

DUA-duanya made in luar negeri, lho! Mahal! Gaya! Berkelas!

Padahal dua-duanya sudah ada lebih dulu di Indonesia sebagai bagian dari budaya turunan nenek moyang kita. Entah ditiru entah dijadikan inspirasi oleh para desainer luar negeri, pastinya memang mereka, kok, yang bikin ngetop.

Perjalanan saya ke daerah Cirebon, berbeda dengan Tour de Sex, kali ini saya memang sedang Tour de Kraton dan saya berkesempatan juga bertanya-tanya dengan salah seorang ibu seniman tari, yang merupakan menantu dari bekas mantan bupati daerah sana. Selain bertanya soal tarian, saya juga bertanya tentang busana tradisional yang biasa mereka kenakan sehari-hari, terutama pada zaman dahulu.

“Biasa saja, kain, kebaya ketat yang ada kutu barunya.”
“Kebaya ketat, tante?”
“Oh iya. Itu memang ciri khas daerah Jawa Barat. Ketat, tangannya agak sedikit ngatung, dan bagian dadanya juga terbuka.”
“Seksi banget, dong, tan?”
“Memang sengaja… biar kutangnya kelihatan. Soalnya dulu, perempuan kaya di sini pakai kutang yang talinya terbuat dari emas.”
“Yang bener?”
“Eh, iya. Madonna aja kalah seksinya! Apalagi kainnya juga ketat! Biar pantat dan pingulnya kelihatan lebih berbentuk.”
Wow! “Terus, sekarang masih ada yang pakai nggak?”
“Nggaklah, habis banyak yang menganggap terlalu vulgar dan nggak senonoh. Sayang, padahal ini, kan, bukan budaya yang buruk. Tergantung kita melihatnya dari sisi mana dulu?”
“Setuju, tan!”
“Kalau saya mau lihat, lihat di mana, tan?”
“Pergi saja ke Museum di Singapore. Di sini nggak ada, tuh!”
Deeehhhhh….!!!!

Ironis sekali!

“Ikat pinggangnya juga ada, lho! Bentuknya seperti bunga-bunga pipih yang diikat berbaris dan biasanya terbuat dari emas murni.”
“Emas murni?”
“Kan, itu kayak kepingan yang bisa dipotong-potong ikatannya.”
“Untuk apa tante?”
“Kalau nggak punya uang, kan, kepingannya bisa dijual satu-satu.”
Hehehe… banyak juga gunanya, ya!
“Sama, di sini nggak ada juga yang asli. Adanya di museum sana juga!”

Pantesan saja dulu pernah ada desainer Indonesia yang harus pinjam salah satu koleksi ikat pinggang peninggalan leluhur kita dari museum di sana. Buat di-copy lagi! Huh!

Bosan rasanya membicarakan topik yang satu ini. Lagi-lagi kecewa. Lagi-lagi harus menelan pil pahit. Tapi kalau tidak dibicarakan, sudah nggak mudeng, orang malah bisa makin nggak tahu dan nggak peduli. Gimana, dong?

Apa sudah tahu kita harus bagaimana???? (ASA)

Salam,

MARISKA LUBIS

Sumber: Kompasiana

Share on Facebook Share on Twitter

~ oleh Mariska Lubis pada September 27, 2009.

4 Tanggapan to “Kutang Madonna atau Ikat Pinggang JLo?”

  1. Sayang gak ada gambar ilustrasinya jadinya sulit ngebanyangin😆

  2. Mestinya Mbak Mariska mampir ke museum Singapore itu. di foto ulang. Dan seandainya di produksi ulang di negeri ini, kira-kira banyak peminatnya gk ya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: