Bercinta di Kuburan? Takuuuuutttt!!!

Mariska Lubis

MARISKA LUBIS

NGGAK juga, tuh, buat sebagian orang. Coba saja ke kuburan di daerah kota Jakarta saat malam hari. Banyak Pekerja Seks Komersial, baik wanita maupun transeksual yang melayani pelanggannya di sana.

Gelap. Sepi. Tidak bakal tertangkap. Mungkin itu kali pikiran mereka. Apalagi kalau kuburannya bagus dan mewah. Serasa hotel bintang lima kali, ya?! Biar nggak empuk, tapi di atas marmer mahal, lho! Makanya jangan heran kalau melihat banyak yang “jualan” di depan kuburan dan banyak “pembeli” yang datang ke kuburan. Sudah murah, meriah lagi!!! Hihihi….

Yah, orang memang suka berbuat nekad kalau sudah keburu nafsu. Gelap jadi terang. Terang jadi gelap. Yang penting puas! Lega! Masalah asyiknya, sih, nggak tahu, deh! Kalau buat saya, kayaknya nggak, ah! Nggak sopan dan nggak pantas aja rasanya. Gimana kalau di atas kuburan kita nanti ada yang melakukannya? Ihhhh! Jangan sampe, deh!

Malah ada juga orang-orang sakit jiwa yang senang melakukan hubungan seks dengan orang yang sudah meninggal. Pasti pernah mendengar cerita penjaga kamar mayat yang suka meniduri “penghuni” kamar yang dijaganya, kan? Mengerikan!!!

Cerita itu mungkin benar mungkin tidak tapi silahkan cari sendiri di internet orang-orang sakit ini. Ada banyak, tuh, penjaja seks yang sengaja berdandan ala orang mati. Pucat. Dingin. Kaku. Lengkap lagi dengan peti matinya. Majalahnya juga ada. Saya pernah lihat yang terbitan Jepang. Kalau buatan Indonesia, pakai dandanan ala pocong dong, ya?! Kacau! Apa rasanya, ya? Ada bedanya nggak, sih, dengan berhubungan seks dengan batang kayu???

Kalau di negara Amerika Latin dan Afrika lain lagi. Ada sebuah kepercayaan yang menganggap bahwa melakukan hubungan seks di atas kuburan orang yang baru saja dikubur, bisa menggiring roh orang yang baru mati itu masuk kembali ke dunia. Biasanya mereka melakukannya di atas kuburan orang terdekat, seperti ayah, ibu, kakek, nenek, oom, tante, adik, dan kakak, dan dilakukan oleh orang-orang yang sangat mencintai mereka. Mereka bergantian berhubungan seks di atas kuburan. Yang paling duluan dapat nomor adalah mereka yang paling dicintai oleh orang yang sudah meninggal itu. Sudah seperti antri jatah beras saja, ya! Pakai nomor urut segala.

Nah, kalau seksnya sukses, maksudnya kalau si perempuan yang melakukan seks di atas kuburan itu bisa hamil, janin yang di kandungnya dipercaya “berisi” roh orang yang sudah meninggal tadi. Memang bisa, ya? Gimana masuknya, ya? Terus, kalau hamil semua, gimana? Hehehe…

Ada lagi kepercayaan sekelompok orang yang menyebut diri mereka sebagai Kelompok Pemuja Setan di Sydney, Australia. Mereka memiliki sebuah ritual “Bercinta Dengan Tuhan”. Ya, Tuhannya mereka, setan, maksudnya. Ritual ini merupakan simbol dari penyerahan diri.

Sebuah pelaminan dipersiapkan di atas sebuah kuburan para senior mereka sebelumnya. Biasanya diadakan pada saat terang bulan pada bulan yang tidak jelas bagaimanacara menentukannya. Anehnya, ritual ini hanya boleh dilakukan oleh perempuan yang statusnya masih single. Tidak boleh yang sudah bersuami. Yang pria pada ke mana, ya? Apa mereka yang kemudian “kesambet” dan menjadi setannya? Enak banget, ya pria-pria itu! Pura-pura aja kerasukan, bisa dapat kepuasan, deh!

Cerita tentang ritual bercinta di kuburan ini mudah-mudahan bisa menambah wawasan. Lumayanlah untuk dijadikan topik obrolan saat santai bareng teman. Asal jangan ada yang nyoba bareng teman, aja, ya! (ASA)

Salam Kompasiana,

MARISKA LUBIS

Artikel ini juga dapat dibaca di Kompasiana

Share on Facebook Share on Twitter

~ oleh Mariska Lubis pada September 29, 2009.

2 Tanggapan to “Bercinta di Kuburan? Takuuuuutttt!!!”

  1. hahaha….lucu dan menambah ilmu jg ceritanya….salauuuuut….saluuuut

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: