Pelecehan Seksual dan Prostitusi Anak Pasca Bencana

Mariska Lubis

MARISKA LUBIS

BENCANA alam bukan hanya menimbulkan korban jiwa, harta, dan kepedihan yang mendalam, tapi lebih dari itu. Pelecehan seksual dan prostitusi pasca bencana pun harus diantisipasi.

Gempa besar baru saja terjadi di daerah Sumatera. Semoga jangan sampai ini terulang lagi.

Ada sebuah hasil riset yang dilakukan oleh tim peneliti yang dikontrak oleh UNICEF, salah satunya adalah Bapak Ajianto Dwi Nugroho, yang membuat hati saya miris tidak karuan. Tim ini melakukan sebuah penelitian sehubungan dengan perlindungan anak pasca bencana tsunami di Aceh Nagroe Darussalam. Tepatnya di daerah Nagan Raya. Penelitian ini dilakukan di akhir tahun 2005 setelah terjadi musibah bencana tsunami. Mau tahu hasilnya?

Ini dia, nih! Jangan kaget, ya!!!
Ditemukan prostitusi terselebung di daerah Nagan Raya, tepatnya di daerah perkebunan kelapa sawit.
Ditemukan peran aparat yang ikut melegalkan prostitusi terselubung lewat acara-acara pementasan keyboard alias organ tunggal.
Ada korban kekerasan seksual yakni perkosaan yang dialami Rina (nama samaran), seorang anak penduduk lokal daerah Nagan Raya, yang kasusnya belum tuntas sampai sekarang ini.
Dalam sebuah acara “keyboard’’ ada pengiriman beberapa anak beserta germo dari Meulaboh ke Nagan Raya.

Biadab!!! Sungguh tidak bermoral!!! Orang sudah jatuh, eh, malah ditimpa tangga pula! Apa tidak ada setitik saja rasa di dalam hati yang bisa merasakan kepedihan mereka? Apa yang akan mereka lakukan bila ini semua terjadi pada diri mereka sendiri atau anak dan kerabat mereka? Tega nian!!!

Ini belum seberapa. Masih banyak lagi kasus lainnya yang juga tak kalah mengenaskannya, terutama dalam hal kekerasan dan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur. Penelitian UNICEF yang dilakukan di wilayah Nagroe Aceh Darussalam dan Pulau Nias. Ada yang tangan anaknya dimasukkan ke dalam celana Bapaknya. Dipegang buah dadanya dan disodomi oleh Kepala Panti Asuhan. Dicabuli aparat dan tetangga. Bahkan ada juga yang diperkosa oleh aparat, guru sekolah, pengungsi lain yang tinggal serumah, tetangga, teman, dan penjaga penjara. Bisa dibayangkan, kan? Ini baru satu dua daerah saja? Bagaimana dengan daerah lainnya?

Minta tolong dengan amat sangat kepada pemerintah dan masyarakat untuk mencegah hal ini dan mengatasi serta menghukum seberat-beratnya mereka yang telah melakukannya. Kita semua juga harus bergerak bersama agar kasus-kasus seperti ini dapat segera diselesaikan dan para korban bisa diselamatkan.

Bila ada diantara pembaca yang menemukan kasus serupa, segeralah lapor ke polisi setempat. Bila perlu, dapat pula datang ke Child Centre UNICEF yang memang dikhususkan untuk menangani masalah ini.

Marilah kita tundukkan kepala dan merendahkan diri sedalam-dalamnya, bersatu dengan seluruh alam semesta dan jagat raya serta seisinya, memohon agar Tuhan Yang Maha Kuasa selalu memberikan kita penyelesaian terbaik dan selalu mendapat perlindungan serta terhindar dari segala perbuatan buruk

Isi hati dan pikiran kita dengan sedikit saja ketulusan serta keikhlasan untuk membantu mereka yang sedang tertimpa musibah dan bencana.

Terima kasih banyak atas perhatiannya. Semoga dapat menggugah hati dan pikiran kita semua.(ASA)

Salam,

MARISKA LUBIS

Share on Facebook Share on Twitter

~ oleh Mariska Lubis pada Oktober 2, 2009.

8 Tanggapan to “Pelecehan Seksual dan Prostitusi Anak Pasca Bencana”

  1. terimakasih mbak.. tulisannya sangat menyentuh hati..

  2. Wah prostitusi memang tdk mengenal waktu,tempat,orang,dan keadaan…..

  3. […] Pelecehan Seksual dan Prostitusi Anak Pa […]

  4. […] Pelecehan Seksual dan Prostitusi Anak Pasca Bencana […]

  5. Saya ucapkan buat pelaku pemerkosaan korban bencana alam, bajingan !!! Laknatullahh kalian !!! Apapun profesi kalian, pejabat kek, guru kek, donator kek, atau apapun label yang melekat pada diri kalian. Kalian itu iblis yang nyata, senyata-nyatanya !

    Kenapa kita seolah menjadi bangsa yang dungu, bangsa yang tidak bisa membaca kenyataan, bangsa yang tuli akan jeritan. Bangsa yang tidak pernah mau belajar akan kesalahan yang terjadi berulang-ulang.

    Tengok saja, bagaimana penanganan korban bencana alam dari kejadian satu ke kejadian berikutnya. Sama !!! Memble, amburadul, semrawut, glagepan, kekurangan akal, bahkan cenderung sebisanya !!! Ga usah mulu-muluk bicara soal penanganan pasca bencana (baik itu mental, pendidikan juga kelanjutan masa depan mereka) yang dampaknya tidak begitu kelihatan. Apalagi, kalau media juga publik tidak lagi getol menyoroti setelah bencana reda.

    Tulisan Mbak Mariska adalah miniatur dari perilaku massal bangsa kita akhir-akhir ini. Terkadang kita di tulikan dan di butakan oleh kiasan-kiasan yang berkedokan agama, moralitas semu, juga pengabdian basa-basi…!!!

    Sampai kapan kita kehilangan ruh yang dulu melekat dalam diri leluhur kita, hingga terkenal dengan bangsa yang berbudi luhur, karena memilki unggah ungguh, perilaku dan tata krama yang adhi luhung. Apa yang salah dengan kita?! Apa yang salah dengan bangsa ?! Mari kita renungkan bersama ! Dan, selanjutnya tidak hanya berhenti pada tataran diskusi dan wacana. Tapi menjadi pijakan nyata untuk melakukan sesuatu sesuai porsi dan peranan kita masing-masing. Semoga..!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: