Halo, Bung Piktor!!!

Mariska Lubis

MARISKA LUBIS

MASIH suka nongkrong di warung kopi, nih?! Ngeliatin yang bening-bening, ya? Asyik, ya, bung?! Awas matanya copot, tuh!

Dua orang pria duduk berhadapan di sebuah café terkenal di Jakarta. Seorang perempuan muda, putih, cantik, seksi, bertubuh aduhai berjalan melewati mereka. Pastinya dua-duanya noleh, dong! Nggak mau rugi judulnya! Dua-duanya diam terpaku. Matanya saja yang terus jalan.

Hilang sudah perempuan itu dari pandangan. Dua pria ini pun langsung bertatapan muka. Dua-duanya nyengir.

“Saya tahu apa yang kamu pikirin?”
“Emangnya saya nggak tahu kamu mikir apa juga?”
Huahahahahahha….. dua-duanya terbahak-bahak.

Huahahahahahaha juga. Saya juga tahu apa yang ada di otak mereka! Apalagi, sih? Nggak jauh!

Tidak bisa disangkal kalau pria berbeda dengan perempuan. Pria itu visual banget! Sangat mudah terangsang oleh “pemandangan” indah dan sangat mereka nikmati. Ya, perempuan juga suka lihat yang indah-indah, tapi biasanya lebih main perasaan, tuh! Makanya jangan heran kalau Si Bung Piktor ada dan beredar di mana-mana.

Sayangnya, Si Bung Piktor ini suka ngelewatin batas! Saking menikmatinya jadi lupa diri! Lupa kalau ada yang namanya kesopanan dan etika yang harus dijaga. Apalagi kalau pada ngumpul rame-rame. Mulai, deh, sok macho-nya keluar!

Sewaktu masih SMA dulu, duduklah segerombolan pria di penghujung tangga menuju kelas. Heboh banget! Semua perempuan takut lewat situ. Takut dikerjain! Takut dicolek-colek! Takut dikata-katain!

Seorang teman pria menghalang-halangi langkah saya.

“Minggir nggak!”
“Duh… galaknya!”
“Minggir!!!”
“Memangnya kalau nggak mau minggir mau diapain?”
“Saya cium, lho!”
Put!!!

Mulutnya langsung terkatup dan dia pun segera menyingkir. Dengan santai saya pun bisa lolos dari kerumunan itu. Diteriak-teriakin juga, sih! Tapi biarin aja! Yang lebih malu, kan, pria itu! Diancam bakal dicium malah jadi ciut! Hehehe…

Buat saya, para Bung Piktor itu kasihan banget! Isi otaknya cuma seks, seks, dan seks. Bukan seks yang sehat juga, hanya seks seputar melakukan hubungan seksual doang. Baru lihat betis putih mulus sedikit saja sudah pusing. Mikirnya macam-macam. Apalagi lihat perempuan cantik berambut panjang kaki bersilang dan megang sebatang rokok, ya? Hehehe… Apa nggak ada pikiran yang lebih penting dari itu? Kok, ya, yang dipuasin hanya pikiran yang satu itu saja. Memangnya yang lain nggak penting, ya?!

Satu lagi, nih! Biasanya mereka jadi tidak memiliki rasa hormat terhadap orang lain terutama terhadap perempuan. Makanya, perempuan juga banyak yang malas dengan mereka. Mana ada, sih, orang yang dihormati kalau tidak menghormati orang lain.

Hey, Bung Piktor! Belajar hidup sehat kenapa? Belajar berpikir sehat, dong! Hidup di dunia cuma sekali saja. Ada banyak hal lain yang jauh lebih nikmat daripada nafsu seks belaka. Ada, tuh, yang namanya cinta dan kasih sayang sejati yang tulus dan ikhlas. Jauh lebih indah dan nikmat kepuasaannya…. lebih dahsyat terasa!!! Menyesal di kemudian hari tidak ada gunanya, lho!(ASA)

Salam,

MARISKA LUBIS

~ oleh Mariska Lubis pada Oktober 4, 2009.

5 Tanggapan to “Halo, Bung Piktor!!!”

  1. […] Halo, Bung Piktor!!! […]

  2. Paling bisa mbak ne mancing2 bung piktor.. Kalo aku bukan bung mbak, kan masih anak2.. Huhu

  3. he..he.. emang sudah kodratnya lelaki piktor kalee..
    lagian kalau ada pemandangan yang bagus mask harus dilewatin…
    inget lagunya doel sumbang “lamun lalaki teu cunihin namanya kuper”..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: