I Love You, Good Bye!!!

Mariska Lubis

MARISKA LUBIS

“… I’m leaving on a jet plane… don’t know when I’ll be back again… Oh, babe!!! I have to go…” sepenggal lirik berjudul “Livin On The Jet Plane” yang dinyanyikan oleh Don MC Clean.

Tapi bukan itu maksud dari tulisan saya ini. Pergi juga, sih, hanya perginya nggak naik pesawat. Pergi untuk membiarkan semua masalah selesai dan tidak berlanjut lagi. Intinya, menyelesaikan “masalah di antara kita”. Hiks…

Biasanya terjadi dalam kasus hubungan kisah asmara yang tidak mendapat persetujuan dari baik salah satu pihak keluarga atau dua-duanya. Backstreet, gitu!!! Bila salah satu atau dua-duanya sudah tidak tahan lagi, maka terjadilah… Good Bye My love!!!

Kejadian ini saya alami sendiri sewaktu saya masih duduk di bangku SMA. Dengan pacar pertama yang usianya terpaut jauh lebih tua dari saya. Delapan tahun, bow!!! Dah kayak orang Odiepus pacaran dengan Phedophil. Hehehe…

Tepat di hari ulang tahunnya, saya memberi hadiah berupa kata perpisahan. Jahat, ya?!

“Saya selalu mencintaimu. Saya tidak akan pernah berubah. Tetap dan selalu mencintaimu. Kondisi dan keadaanlah yang membuat saya berpikir kalau sebaiknya kita berpisah saja. Saya ingin berkonsentrasi untuk sekolah dulu dan menggapai semua impian serta cita-cita saya. Saya tidak bisa berpikir dengan jernih bila harus terus-terusan merasa sedih dan sakit. Saya tidak bisa melangkah maju ke depan. Saya merasa berhenti dan jalan di tempat. Maafkan saya, ya, sayang. Saya harus pergi.” Huhuhu…..

Maunya, sih, waktu itu dia bilang “Baby, please don’t go!!!” tapi nggak tahunya dia malah bilang, “I let you go to catch your star, darling!!” Hiks…

Penyesalan selalu, deh, datangnya belakangan. Setelah sekian lama berpisah, saya tidak tahan lagi. Saya tidak bisa terus-terusan membohongi diri dengan berucap kata sayang dan cinta kepada yang lain. Dia adalah belahan jiwa dan hidup saya. Setelah lebih dari sepuluh tahun, kami pun dipersatukan kembali. Untungnya, dia masih tetap seperti yang dulu. Masih mencintai saya dan masih terus menunggu. Di usianya yang terbilang sudah cukup matang, kematengan malah, dia masih tetap bujangan dan hanya ingin menikah dengan saya seorang. Hmmmm…… cinta mati, dweeeeehhhhh!!!

Bila kami melihat dan menengok ke belakang, seringkali kami berpikir bahwa ada bagusnya waktu itu kami berpisah. Kami menjadi lebih dewasa dan bisa berpikir lebih tenang dalam menghadapi serta mengatasi masalah yang ada. Bisa lebih saling mengerti satu sama lain. Dan pastinya, sama-sama tidak saling menghambat cita-cita dan impian masing-masing dalam berkarier dan berkarya.

Memang banyak juga yang bisa bertahan dan terus berlanjut sampai kakek nenek, tetapi bila dibandingkan jumlah yang berhasil dan yang berantakan, lebih banyak yang berantakan, tuh!!! Niatnya, sih, seperti Romeo dan Juliet, biarpun nggak sampai mati, tetapi tingkat emosi dalam jiwa muda yang masih mendidih itu terkadang membuat pasangan menjadi tidak berpikir panjang. Tak jarang yang akhirnya putus sekolah, punya anak, tidak punya pekerjaan, diusir dari keluarga, dan hidup tanpa arah dan tujuan yang pasti. Siapa kemudian yang paling menderita? Tak lain tak bukan adalah anak hasil buah cinta mereka. Yah, masih untung juga, sih, anaknya mau dilahirkan, tapi kebanyakan kasus, justru digugurkan atau dibuang. Menyedihkan!!!

Tidak bisa dipungkiri orang tua pun seringkali tidak bijaksana sehingga anak kemudian berontak dan menjalani hubungan cinta terlarang. Apa yang baik menurut orang tua, belum tentu sesuai dengan keinginan, harapan, dan impian sang anak. Ditambah lagi dengan pemikiran bahwa anak seharusnya berbakti dan mengabdi kepada orang tua, serta harus menuruti kemauan dan harapan orang tua, membuat sang anak tambah berontak lagi. Niat baik dari orang tua terkadang harus juga diseimbangkan dengan cara pandang yang lebih luas lagi. Alangkah baiknya, bila sebagai orang tua bisa melihat dari sisi pandang dan keinginan anak, bukan hanya dari sisi pandang sebagai orang tua saja.

Bagi mereka, hai anak muda, cobalah berpikir dengan tenang. Hilangkan segala emosi, amarah, dan dendam yang ada di dalam hati dan pikiran. Ambillah keputusan yang tepat! Jangan keburu nafsu!!! Tidak ada salahnya untuk menjalin cinta tetapi tidak dengan cara yang salah sehingga harus mengorbankan diri sendiri dan dirinya. Tunjukkan kepada orang tua kalian bahwa kalian adalah anak yang patut untuk dihargai, dalam arti kata, sebagai seorang pribadi yang mandiri dan seutuhnya. Bukan karena orang tua ataupun siapapun juga. Tetapi sebagai “saya”. Ingatlah selalu bahwa tidak ada satu orang tuapun yang tidak ingin melihat anaknya berhasil dan bahagia. Mereka sangat sayang ddansangat mencitai kalian. Hanya saja, kalian harus memberitahukan kepada mereka bahwa kebahagiaan yang kalian inginkan adalah yang seperti kalian inginkan.

Hai orang tua, ingatlah selalu bahwa anak adalah titipan Tuhan. Mereka bukan milik kalian, tetapi mereka adalah seorang pribadi yang mandiri. Mereka memiliki harapan, keinginan, impian, dan yang paling penting adalah pemikiran dan pendirian masing-masing. Hargailah itu semua bila kalian ingin tetap dihargai oleh anak-anak kalian. Didiklah mereka untuk menjadi “mereka” bukan menjadi “kalian”.

Intinya, komunikasi dan kedekatan yang sesungguhnya antara orang tua dan anak sangatlah penting. Keterbukaan dan kesiapan menghadapi hal yang terbaik dan terburuk harus selalu ada. Semua masalah bisa diselesaikan dengan baik bila masing-masing pihak berusaha untuk membuka hati dan pikirannya dan mencari solusi terbaik secara bersama-sama.

Bisa, kan???(ASA)

Salam,

MARISKA LUBIS

~ oleh Mariska Lubis pada Oktober 8, 2009.

Satu Tanggapan to “I Love You, Good Bye!!!”

  1. […] Blog BICARA SEKS TAK MESTI PORNO « I Love You, Good Bye!!! Seks Maniak Itu Penyakit Kelainan Jiwa, Lho!!! […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: