Jangan Salahkan Turunan Kalau Punya Banyak Istri

Mariska Lubis

MARISKA LUBIS

BILANGNYA karena bapak juga sama. Ada lagi yang bilang sebagai balas dendam. Malah ada juga yang bilang kalau ini sudah mendarah daging alias sudah masuk ke dalam gen. Ada-ada saja!

Masih ingat kejadian waktu saya pertama kali pacaran.

“Kamu nggak boleh pacaran sama dia lagi?!”
“Kenapa?”
“Kamu mau hanya dijadikan permainan?!”
“Dia sayang, kok, sama saya?”
”Kamu tahu apa soal sayang?!! Masih kecil kamu!!! Sok tahu!!!”
“Saya bisa merasakannya.”
“Pikir, dong!!! Bapaknya saja punya istri banyak! Kamu mau jadi istri ketiga juga?”
“Memangnya kalau bapaknya tukang kawin, anaknya juga, ya?”
“Ya, iyalah!!! Namanya juga turunan!! Didikannya juga begitu! Nggak bener!!!”
Hmmm…

Dasar anak bandel dan keras kepala, semua itu hanya masuk telinga kiri keluar di telinga kanan. Backstreet, deh! Untungnya feeling saya kali ini benar. Biarpun prosesnya beraaaattttttt, puaaanjaaanggg dan luamaaaaa banget, saya benar-benar sadar bahwa dia memang cinta mati sama saya. Sampai sekarang dia masih menjadi pasangan hidup saya, tuh! Tidak ada selingkuhan apalagi istri berikutnya! Hehehe…

“Kenapa kamu nggak kayak Bapak?”
“Maksudnya?”
“Yah… punya banyak istri gitu, lho!”
“Ngapain?”
“Kan, enak!!! Bisa ganti-ganti!”
“Kata siapa enak?”
“Katanya orang-orang….”
“Mungkin enak juga, tapi buat saya nggak, tuh!”
“Kenapa?”
“Saya sudah pernah merasakan jadi anak yang bapaknya tukang kawin. Masa saya rela kalau anak saya harus merasakan hal yang sama? Bodoh benar!!!”
“Jadi kamu nggak punya niat sama sekali?”
“Nggak!!! Saya nggak mau anak saya jadi korban!!! Enak di saya, nggak enak di anak! Egois banget!!!”
Wah… senangnya hati ini!!!

Biarpun tidak pernah mengalaminya sendiri, tetapi saya bisa merasakan apa yang dirasakan anak-anak korban keegoisan dan ketidakarifan seorang Bapak ataupun Ibu yang sama sekali tidak memikirkan nasib dan masa depan perkembangan jiwa anaknya. Yang penting semua keinginannya tercapai!!! Toh, anak-anak juga enak dan nggak perlu khawatir soal duit. Semua dibagi dengan adil dan sama rata!!! Cukup, kan?! Ah, yang bener??? Masa, sih?! Sudah terlalu banyak kasus, dan sepertinya tidak perlu saya ceritakan lagi. Teman-teman pembaca pun pasti sudah tahu sendiri.

Anyway, saya sangat tidak setuju kalau pada akhirnya ada yang berpendapat bahwa ini adalah karena faktor turunan apalagi genetik. Sama sekali tidak ada pembuktian ilmiahnya. Kalau masalah didikan, ya, benar juga. Masalahnya ini berhubungan dengan persepsi dan perkembangan jiwa serta cara berpikir seseorang. Kalau sudah dicuci otaknya dari kecil bahwa ini adalah sebuah perbuatan yang benar dan patut dijadikan contoh, yah wajar saja kalau akhirnya jadi melakukan perbuatan yang sama. Jahat ya orang tua seperti itu!!! Sudah tahu tidak benar, eh, untuk menutupi kesalahan dan mencari pembenaran, anak yang djadikan tumbal!!! Nggak ngerti saya?!

Balas dendam juga menurut saya bukan alasan yang tepat. Balas dendam, kok, sama pasangan dan anak sendiri? Memangnya salah mereka apa? Kalau mau marah, ya, marah sama yang salah, dong?!!! Bukan ke orang lain!!!

Mendingan juga kita belajar dan memetik hikmah dari perbuatan yang salah untuk kemudian menjadi pelajaran agar tidak sampai terulang lagi. Lebih bijaksana, kan? Butuh tekad yang kuat dan mental baja, sih!!! Tapi, menurut saya, kalau kita memang mau, rantai itu bisa putus, kok! Nggak perlu pakai las dan api segala. Cukup pakai hati dan rasa cinta yang sesungguhnya. Beres, deh!!!(ASA)

Salam,

MARISKA LUBIS

~ oleh Mariska Lubis pada Oktober 9, 2009.

18 Tanggapan to “Jangan Salahkan Turunan Kalau Punya Banyak Istri”

  1. HADIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIRRRRRRRRR

    MENGUCAPKAN SELAMAT ATAS NAMA PERSAHABATAN DAN PERSAUDARAAN

    SEMOGA DENGAN BERJALANNYA WAKTU SEMAKIN MEMPERSATUKAN KITA SEMUA.. TIDAK MELIHAT SIAPA KAMU.. APA AGAMAMU.. APA MAZHABMU.. TETAPI DENGAN MENYADARI KITA BERASAL DARI YANG SATU..

    SALAM SAYANG SELALU

  2. Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang
    ‘tuk Sahabatku terchayaaaaaaaank
    I Love U fuuulllllllllllllllllllllllllllll

  3. tebarkan kasih…..tebarkan sayang……niscaya hanya kesucian cinta yg kau dapat…..salam dari timur

  4. jd bnyk anak kurang perhatian ayah, ya’ ??…!!
    Bagaimana dengan kesibukan para ibu2 wanita karir ??
    masalah perkembangan kejiwaan anak adalah tanggung jwb kedua ortunya..ga ckp hanya ibu, ga ckp hny ayah
    Poligami jauh lebih meninggikan harkat martabat wanita ..(Klo jajan” keenakan,bayar !! dah beres..**ga bertanggung jawab** ) Poligami halal ?? lalu Perzinahan ??
    kayaknya istri2 skrng jauh lebih rido suaminya ‘Jajan deh drpd harus dimadu ?? ‘ merupakan tindakan yg egois. membiarkan kaumnya sendiri direndahkan ..
    buat para suami !!??poligami Jgn krn mengumbar nafsu…90% motivasinya adalah karena itu…so, jika ga pnya alesan yg lebih dari itu…Satu saja cukup’

    salam

    • Betul… ayah di Indonesia memiliki kecenderungan untuk memilih bekerja dang mereka dan mencari uang…. yang dirasa cukup memenuhi kebutuhan anaknya… karena itu imbasnya di masa depan… anak laki-laki menjadi kurang menghargai perempuan… ini berdasarkan riset psikologi…. sedangkan ibu yang terlalu sibuk berkarier dan melupa sebagai akan tugasnya sebagai seorang ibu, akan membuat anaknya merasa kesepian dan ditingalkan… mereka akan memiliki kecenderungan untuk berontak… bisa jadi postif bisa jadi negatif…

      Poligami… saya kurang sepakat dalam hal ini… bukan masalah harga diri ataupun martabat… tetapi kemampuan untuk mengontrol diri sendiri… baik untuk pria maupun perempuan… ssama-sama tidak boleh egois…. tetapi mengedepankan kemampuan untuk bisa berpikir dan bertindak secara arif dan bijaksana…

      Anyway, makasih ya!!😉

  5. dimasa sulit hidup dgn istri pertama dimasa senang ya juga donk……

  6. 10fing,

    ternyata bukan dengan marah-marah ngajarinnya, apa iya bukan karena gen juga ya….nge seks?mungkin emang itu persepsinya. iya tinggal seberapa kuat tuh cowok mempertahankan cintanya….soalnya kadang cinta kalah sama nafsu. itu juga terjadi pada teman saya, hampir persis dan buat dia sadar dirantai aja kali ya kalau malem?

    • hehehe… perubahan hanya bisa terjadi kalau memang orangnya mau sendiri… kita hanya bisa memberitahunya saja… kecuali kalau dia memang yang meminta… terkadang rasa sayang tidak perlu ditunjukkan dengan melakukan perbuatan langsung… masih banyak cara lain yang bisa kita gunakan… seperti memberitahukannya apa akibat dari semua perbuatannya… biarkan dia merenung dan memikirkannya sendiri… karena itu adalah bagian dari tanggung jawabnya sebagai manusia…

  7. gpp donk kan halal punya istri banyak … kalo punya duit banyak 52 JUTA / HARI caranya daftar di HPCPULSA.CO.CC

  8. Sob, mau tukar link?.
    Saya suka dengan artikel2 yang ada ditempat Anda.
    Kalau gitu saya tunggu konfirmasinya di salah satu postingan saya ya sob!.
    Ini Blog saya: Blognya anak Indonesia

  9. Mbak… jika ada istri yang karena sayangnnya (bukan cinta) kepada suami, kemudian ingin membahagiakannya dengan mengizinkannya beristri lagi, bagaimana sikap istri ini..menurut mbak…tolong jangan katain dia bodoh..dia tulus sepenuh hati. Dan ini fakta…

    • Saya nggak pernah bilang wanita seperti ini bodoh tetapi sangat mulia hatinya… dia rela melepaskan orang yang paling dia cintainya demi kebahagiaan orang itu… luar biasa!!! cinta yang tulus dan ikhlas… pertanyaannya… apa suaminya tega melihat cinta yang begitu besar dari sang istri untuk kemudian berbagi dengan yang lain?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: