Susah Kalau Primitif!!!

Koleksi The Forbidden Baduy by Merdi SihombingBolehlah kalau dilihat dari penampilannya. Sudah seperti petinggi dan penguasa yang memiliki intelektualitas tinggi. Mapan pula! Barang-barang yang tertumpuk dan ditentengnya adalah barang-barang terkini. High tech!!! Wajarlah kalau merasa, dirasa, dan dipandang sebagai orang yang sangat modern.

Pernah suatu hari duduk bersebelahan meja dengan beberapa orang seperti ini di sebuah restoran mewah di sebuah hotel berbintang lima di Jakarta. Berhubung sedang sendirian dan kurang kerjaan, saya pun menguping pembicaraan mereka. Wah, hebat sekali apa yang sedang mereka bicarakan itu!!! Lebih hebatnya lagi, semuanya tampak begitu kecil dan mudah. Sudah seperti menindas semut atau menepok nyamuk saja. Memang kalau uang itu bunyinya lain, ya!!!

Rasa iseng pun tidak bisa lagi ditahan. Mumpung tidak ada beban juga. Biarpun ada sedikit rasa khawatir, tapi kalah, tuh, sama keisengan saya. Dibantu dengan waktu yang tepat, pasti semuanya bisa terlaksana. Saya pun bersiap untuk segera meninggalkan tempat itu.

Setelah siap pergi, saya mampir sebentar ke meja itu. Memandangi satu per satu wajah mereka dengan penuh senyuman. Saya pun lalu berkata,  “Pak, pak!!! Maaf, ya!!! Saya bukannya mau pinjam korek api, kok! Saya sudah punya sendiri. Saya hanya mau bertanya saja. Sedikit saja. Boleh, ya pak?! Kenapa, ya, bapak-bapak ini bisa hebat sekali?! Bapak bisa dengan mudahnya membeli semua, termasuk negara dan orang-orangnya dengan uang. Apa karena bapak sekalian ini orang yang super modern, ya?! Bapak datang dari abad berapa, sih, Pak?!”

Tidak tahu mereka mengerti atau tidak apa yang saya maksud. Saya juga tidak mau tahu. Saya segera berpaling dan berjalan menjauh. Tertawa terbahak-bahak di dalam hati. Toh, buat mereka juga mungkin saya hanyalah orang gila yang iseng dan tidak jelas. Jadi, untuk apa dipikirkan?!

Sebagai manusia, kita juga tidak boleh sombong dan tinggi hati, kan?! Kita harus bisa menempatkan posisi sebagai makhluk sosial dengan segala peraturan yang berlaku di dalamnya. Daripada kemudian kita menjadi berbeda dan merasa rendah diri karena termasuk ke dalam kaum minoritas, ya lebih baik menurut saja permainan mereka yang mendominasi. Suara terbanyak bukankah selalu yang harus menang?! Yang penting kita selamat sajalah, ya!!! Iya, nggak?!

Jangan ikut-ikutan sayalah untuk menjadi seorang perempuan yang suka bicara tentang seks. Tahu, kan, bagaimana reaksi orang banyak yang merasa modern itu bila mendengar kata ini?! Matanya langsung melotot pasti!!! Pakai ada yang langsung berdiri pula!!! Pikiran mereka langsung melayang dan mentok di seputar keliaran daging-daging bertumpuk di bagian selangkangan. Di bagian lain juga, sih, tapi masih seputar daging saja. Tidak pernah mau lepas dari lingkaran itu. Nanti dibilang primitif mau?! Dibilang tidak beradab dan tidak bermoral, lho!!! Siap nggak?!

Menurut saya, terlalu mudah bagi kita untuk menyebut dan membanggakan diri sebagai manusia modern. Modern selalu saja disamaratakan dengan penampilan dan kepandaian dalam berucap serta pendidikan yang memadai. Jarang, tuh, ada yang mau menguraikan kata yang satu ini. Soalnya, menurut saya, modern adalah cara berpikir dan cara pandang. Ini menurut saya, lho?! Entah juga, ya, apa memang saya terlalu primitif untuk bisa menilai kata ini sehingga jadinya seperti itu.

Mungkin ada baiknya bila saya belajar terlebih dahulu dari seorang Bertrand Russel. Dia, kan, filsuf kelas dunia. Pasti dia lebih mengerti dan ucapannya pun bisa lebih diterima mereka yang modern. Sangat modern malah!!!

“Harapan tertinggi orang yang berjiwa besar adalah pertama-tema berpikir tentang apa yang harus dipikirkan, mengatakan apa yang harus dikatakan, dan merasakan apa yang harus dirasakan.”
– Bertrand Russel

Semoga bermanfaat!!!

Mariska Lubis

~ oleh Mariska Lubis pada Februari 27, 2010.

17 Tanggapan to “Susah Kalau Primitif!!!”

  1. Tak sengaja saya membaca tulisan ini -pada saat itu saya baru saja mencoba perbaiki tampilan blok yang masih acak-acakan, eh masih acak juga he..he..he..). Saya teringat sebuah tulisan yang pernah saya baca tentang manusia primitif (lupa saya judul artikek tersebut) yang pada pokonya menjelaskan salah satu ciri manusia primitif adalah mereka susah jika kawan-kawannya senang, sebaliknya mereka merasa senang jika kawan-kawannya susah. Adalah sebuah cerita konyol suatu ketika seorang primitif yang tidak tahu kulit durian yang tajam itu dapat melukakan kulitnya diperintahkan teman-temannya supaya mengosok kulit durien ke mukanya yang katanya akan terasa nikmat. Lalu si primitif konyol itupun segera melakukanya dan… waduhhhh perih… (menjerit merasa kesakitan), maka spontan teman-temannya tertawa terbahak-bahak. Apakah gambaran seperti ini masih ada dalam masayarakat bumi ini yang serba moderen…???. he…he…he…

  2. Sebelumnya salam kenal ” Assalamu ‘alaikum”.

  3. “modern adalah cara berpikir dan cara pandang” setubuh banget😉

  4. assalamualaikum………….
    kadang emang dibutuhkan orang2 seperti anda walaupun cuma iseng tapi paling gak bisa membuat orang itu berfikir dua kali……salut atas keberaniaanya……….
    salam kenal………

  5. Salam kenal

  6. salam kenal….entah jemasi tangan saya yang begitu liar memainkan mouse pada PC saya….dan akhirnya “tersesat” ke asmariska’s blog…awalnya saya tertrik pada tulisan “menemukan Tuhan lewat seks”. selanjutnya membuat saya semakin tertarik untuk membaca sebagian tulisan yang ada di dalam blog ini…sungguh saya menyadari kalau ternyata saya telah tersesat dijalan yang benar….good luck..!!

  7. Modern dan primitif itu cuma istilah saja. Dari dulu sampai sekarang keduanya selalu beriringan. Yang berbeda adalah ada yang beradab dan tidak beradab.

    • hmmm… primitif dan modern adalah cara pandang… adab dan tidak beradab menurut saya lain lagi ceritanya… ini ada hubungannya dengan anugerah manusia yang berhubungan dengan intelijensia dan penalaran… termasuk juga di dalamnya naluri… akan saya bahas mengenai hal ini pada artikel lainnya… sudah dibuat sih… tinggal tunggu publishnya saja… hehehehehhe

  8. setiap orang punya prinsip masing masing, jadi terserah apa maunya gitu…..

  9. […] Jadilah manusia modern!!! Jangan Primitif!!! Susah Kalau Primitif!!! […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: