Seks dan Kopi Hangat

BUKAN habis bercinta lalu minum kopi hangat, lho?! Biarpun sama-sama mengasyikkan juga. Seks dan kopi hangat selalu menjadi sajian hangat bagi mereka yang merindukan kehangatan. Makanya, seks dan kopi hangat adalah pasangan yang sangat serasi.

Seks tidak pernah tidak enak untuk dijadikan topik. Selalu hangat sehingga dapat mencairkan suasana. Persis seperti kopi hangat!!! Apalagi kalau pagi-pagi dan sedang dingin-dinginnya!!! Bisa langsung menjadi pagi yang basah mendesah!!! Hehehe….

Tiap hari selalu saja ada berita tentang seks di media massa. Tidak ketinggalan juga di Kompasiana ini. Habis ada biang keroknya, sih, ya?! Maaf, ya!!! Semoga saja tidak tertular virus seks yang sepertinya sedang merebak dan merajalela kembali. Siapkan anti virusnya, dong!!!

Bicara tentang seks di media massa sering membuat hati saya miris dan pilu. Sakit kepala juga. Bagaimana tidak?! Yang diberitakan selalu saja tentang masalah perilaku seks yang menimbulkan korban atau hanya seputar gossip tentang dunia gemerlap dan kenikmatan malam. Banyak juga, sih, yang soal bagaimana menikmatinya dengan baik. Memberikan inspirasi untuk lebih kreatif dan tidak monoton. Tetapi kebanyakan sangat menjerumuskan. Kurang pantas, kalau menurut saya. Merusak juga. Apa tidak ada topik lain yang lebih asyik dan enak untuk dibicarakan?! Banyak sekali topik soal seks yang bisa diberitakan. Lebih menarik, lebih sehat, dan lebih bermutu pula. Kenapa tidak mau?!

Kebebasan untuk berekspresi dan mengeluarkan pendapat yang menjadi bagian dari kebebasan pers selalu saja menjadi alasan dalam melakukan pembenaran. Bosan juga saya dengan pembenaran ini. Selalu itu-itu saja!!! Kebenaran pun menjadi sangat rancu dan selalu dijadikan bahan perdebatan. Ya, habis mau gimana lagi?! Landasannya tidak kuat, kok!!! Wajar dan terima sajalah!!! Jangan terus-terusan melakukan pembenaran atas dasar kebenaran yang semu!!! Capek!!!

Bebas itu memang lepas sama sekali. Lepas juga dari segala kewajiban, tuntutan, perasaan takut, dan lain sebagainya. Tidak juga dikenakan hukuman dan lainnya. Tidak pula terikat atau terbatas oleh aturan. Bebas itu merdeka. Sementara itu, bebas yang artinya “tidak terdapat lagi” suka diabaikan. Tidak terdapat lagi yang saya maksud di sini adalah tidak terdapat lagi semua yang telah menjadikan semua itu bebas. Soalnya, terlalu bebas banget!!! Padahal nggak juga, tuh!!!

Semua yang dipublikasikan pasti memiliki tujuan. Tidak mungkin tidak. Entah untuk tujuan pribadi ataupun tujuan lainnya. Apapun alasannya selalu ada tujuannya. Saya pun demikian. Tidak bisa tidak. Asal pun ada tujuannya. Kalau begitu, apa benar-benar bebas?! Coba kita pikirkan lagi, ya?!

Seseorang yang sangat saya cintai pernah berkata bahwa sekarang ini kita sudah merdeka. Saya lalu menjawabnya,”Kita merdeka tapi tetap saja lapar dan tidak pernah kenyang“. Bisa saja diartikan kepada keadaan negara ini yang sudah merdeka tetapi masih banyak yang kelaparan. Namun dalam konteks tulisan ini, yang saya maksudkan adalah kita memang bebas berekspresi dan mengeluarkan pendapat namun tetap saja selalu tidak pernah puas atas apa yang kita dapatkan. Selalu terus mencari dan menggali serta berusaha agar tujuan itu tercapai. Sehingga kemudian tidak pernah merasa kenyang dan selalu lapar. Lupa bahwa itu menjadikan kita tidak merdeka sama sekali. Sama sekali tidak bebas!!! Terikat malah!!!

Sekarang bagaimana kalau kita berpikir kembali ke semua yang mendasari kebebasan itu?! Apalagi kalau bukan tujuannya. Bila memang berkata ingin memajukan bangsa dengan memberikan informasi serta masukan yang bermanfaat, ya, lakukan, dong!!! Bila kemudian tidak melakukannya, bagaimana semua tujuan itu bisa tercapai?! Apa benar itu tujuannya?! Yakin?! Janganlah menjadi manusia bebas dan merdeka namun selalu lapar dan juga tidak pernah merasa kenyang lagi!!! Memulai lagi dengan segala tujuan semu di balik kebebasan itu sendiri. Apa nggak capek?! Apa nggak bosan juga?! Capek dan bosan dengan menutup hati nurani maksudnya!!! Apa lebih enak, ya?! Hmmm….

Beritakan kepada semua tentang semua yang bermanfaat dan berguna bagi semua. Jangan mengalihkannya dengan tujuan di balik tujuan. Manfaatkan kebebasan ini sebaik-baiknya agar tidak pernah lapar dan bisa merasa kenyang. Bisa benar-benar bebas dan benar-benar merdeka. Ini semua demi kita semua juga. Majulah bangsa dan negeri tercinta!!!

Seks dan kopi hangat memang enak untuk menjadi penghangat. Namun seks dan kopi seperti apa dulu yang benar-benar bisa membuat hangat?! Tidak sembarang seks dan kopi tentunya!!!

Semoga bermanfaat!!!

Salam,

Mariska Lubis

(Telah publish di Kompasiana tanggal 23 Februari 2010)

~ oleh Mariska Lubis pada Maret 7, 2010.

2 Tanggapan to “Seks dan Kopi Hangat”

  1. Salam KENAL dan Saling MENGUNJUNGI serta SALING BERBAGI…
    Wah…WEBSITENYA INFORMATIF.Oya, bisa tukeran BANNER/ LINK ga yah…???

    http://DUTACIPTA.WORDPRESS.COM
    🙄

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: