“Dan” Antara Seks Politik ala ML

Illustrasi diunduh dari GoogleSebagai penghubung yang menyatukan seks dan politik juga sebagai sebuah antara yang menjadikan keduanya sebuah peleburan. Seks dan politik memang telah dan selalu bercinta. Keduanya adalah cinta sejati yang tidak akan pernah terpisahkan.

Adalah Cupi Valhalla yang meminta saya untuk menjelaskan ini semua. Sebetulnya saya yakin bahwa ini sudah dimengerti hanya ingin kepastian atas jawaban, ya?! Tidak apa-apa. Saya senang dan sangat berterima kasih telah dipercaya.

Sadar tidak sadar, diakui atau tidak diakui, mau mengerti atau tidak mau dimengerti, kita semua adalah hasil dari perkawinan antara seks dan politik. Kitalah “Dan” dan “Antara” keduanya. Apa dan siapa kita sekarang adalah jawabannya. Kita juga adalah peradaban bukan?!

Membayangkan ini semua tidak harus sampai mengeritkan dahi dan lalu berpikir jauh. Bukti sebegitu jelasnya. Mungkin menyadarinya yang harus dipertanyakan?!

Apa ada yang merasa bahwa diri adalah murni?! Galur murni?! Apa masih ada?! Bila memang ada, buktikan!!! Saya akan sangat senang mengawetkannya. Menjadikannya contoh atas karya “hasil murni sebuah penciptaan”. Museum boleh.

Kita ambil contoh yang paling mudah, ya?! Majapahit, Pajajaran, Brawijaya. Lebih luas lagi. Lawu, Sriwijaya, Mongol, Arab, Turki, India. Berapa banyak perkawinan terjadi antaranya?! Berapa yang memang ditujukan untuk tujuan pemersatuan dan kedamaian?! Berapa yang diarahkan juga untuk penyerangan dan kekuasaan?! Upeti dan hadiah?! Apa hanya para ningrat dan petinggi yang melakukannya?! Siapa yang kemudian bisa menahan peleburan dan pemersatuan?!

Sunda, Jawa, Minang, Palembang, Bugis, Bali, Dayak, Ambon, Papua. China, Arab, Eropa, Afrika, Aborigin, Pasifik. Asia dan Dunia. Dulu, kini, dan nanti?! Siapakah kita sebenarnya?!

Saya bisa menyebut sebagai Lubis Mandailing, namun saya juga Tji dari China. Bisa ditambahkan Sunda dari Garut, dan Jawa dari Solo. Ditambah lagi dengan Bugis, Batak, Padang, Aceh, dan Cirebon. Pertanyaannya?! Bagaimana bisa terjadi?! Ini baru saya. Bagaimana dengan anak-anak saya?!

Sengaja atau tidak sengaja, ya, sampai semua ini terjadi?! Bisa ya, bisa juga tidak. Tergantung mau lihatnya dari mana?!

Ada yang menikah karena keharusan?! Sesama kaum dan golongan tertentu?! Tanyakan sebabnya?! Eksistensi?! Politik mempertahankan eksistensi kaum dan golongan. Seks pun dimanfaatkan. Belum lagi jika ditambahkan unsur pembodohan di sini. Hahaha….

Bila pun tidak berdasarkan keharusan namun memang karena jodoh dan takdir, daya tarik seksual untuk menginginkan keturunan yang lebih baik adalah sebuah naluri. Campuran cenderung menghasilkan yang lebih baik. Hukum alam?! Apa ini sebabnya incest dilarang?!

Ada sebuah teori konspirasi yang unik dalam hal ini. Disebutkan bahwa perkawinan campur memang sengaja dilakukan untuk menghasilkan generasi yang terbaik dan terunggul untuk kemudian bisa menjadi andalan bagi masa depan yang lebih baik. Menjadi penyelenggara kehidupan di permukaan bumi ini sehingga kemudian tidak ada lagi perbedaan. Semuanya menjadi sama. Perdamaian adalah yang dimaksud. Mungkinkah terjadi?!

Bicara soal “dan” antara seks politik ala ML, segala kemungkinan bisa saja terjadi. Seks dan politik memang satu. Dulu adalah kini dan kini adalah nanti. Nanti pun adalah yang telah lalu.

Inti dari semua ini adalah untuk tidak pernah sombong dan tinggi hati dengan mengaku “aku”. Belajarlah dari fakta dan juga sejarah. Terimalah kenyataan. Berani untuk menjadi diri sendiri yang sebenarnya. Banggalah!!! Bertanggungjawablah!!! Kita semua adalah sama. Pilihan yang diambil yang membuatnya menjadi berbeda.

“Dan” serta “Antara” adalah keindahan di mata saya. Selalu menarik dan sangat menarik. Sangat tidak abu-abu.

Semoga bisa menjadi jawaban dan memberikan manfaat!!!

Terima kasih,

Mariska Lubis

~ oleh Mariska Lubis pada Maret 15, 2010.

4 Tanggapan to ““Dan” Antara Seks Politik ala ML”

  1. mungkin kehadiran saya, anda atau dia hasil dari “sex dan politik”. secara biologis? ya memang seperti itu faktanya, saya tidak bisa membantah itu
    secara pikiran? tidak, keberadaan “aku” bukanlah hasil dari perkawinan atau sex dan politik yang anda maksud, aku adalah aku, bukan kau atau dia.karena aku adalah sosok yang unik, aku tidak sama dengan yang lain.

    jika eksistensi (keberadaan) kita hanya dilihat dari sudut pandang sex ataupun sekedar perkawinan (yang saya tangkap dari tulisan diatas sex adlh secara biologis, maaf kalau salah), kita bukanlah sosok yang “murni”, tidak murni karena dihasilkan “sesuatu”, karena tidak murni kita tidak bebas, tidak bebas untuk memilih. misal : saya adalah orang jawa maka saya tidak bisa menjadi orang batak, karena saya hasil dari perkawinan orang jawa.
    berbeda jika kita mengambil dari sudut pandang lain; aku adalah aku, keberadaan aku bukanlah dari kau ataupun dia, aku ada karena aku berpikir secara sadar. dari berpikir lah kita mendapat ke-“murni”-an itu, murni karena tidak ada intervensi ,tidak mempunyai ikatan terhadap sesuatu, dan dari kemurnian itu secara sadar kita dapat menentukan pilihan, misal : saya orang jawa, saya bisa menjadi orang batak, karena saya berpikir seperti orang batak.

    cuma sekedar diskusi
    kalau ada yang salah mohon maaf🙂

    • saya suka dengan pernyataanmu yang menyebutkan aku adalah aku… karena memang begitulah yang seharusnya… apapun dan bagaimanapun asal-usul keberadaan kita…. siapapun kita dan bagaimanapun kita… saya adalah tetap saya…

      saya juga setuju sekali bahwa eksistensi keberadaan manusia tidak boleh hanya dilihat dari satu sudut pandang saja karena keberadaan kita adalah sesuatu yang memiliki tujuan… tidak mungkin tidak… apapun bentuk dan tujuan itu… karena itulah saya sangat tidak setuju dengan mereka yang memanfaatkan seks dan juga berpolitik hanya untuk mempertahankan eksistensi semata tanpa pernah mengindahkan apa yang disebut dengan manusia itu sendiri…

      pilihan adalah sebuah anugerah yang menjadikan kita adalah sama… kenapa harus mau dipilihkan dan ditentukan oleh yang lain bila kita mampu untuk memilihnya sendiri… yang harus juga dipertanyakan adalah… mampukah kemudian mempertanggungjawabkannya…?

  2. […] serta dominasi lewat politik seks. Seperti yang pernah saya uraikan pada artikel saya yang berjudul “Dan” Antara Seks Politik Ala ML. Masih adakah di antara kita yang galur murni?! Apa yang membuat kita […]

  3. […] Begitu juga dengan yang pernah saya tuliskan dalam Konspirasi Seks dan Politik Ala ML . juga “Dan” Antara Seks Politik ala ML. Membunuh kebenaran dan memutarbalikkannya dengan pembenaran sehingga membuat semuanya menjadi […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: