Seks dan Masa Depan

Masa depan adalah kini dan juga lalu. Kini adalah masa lalu juga. Masa depan tidak pernah bisa lepas dari apa yang sekarang kita lakukan dan yang telah kita lakukan. Seks juga demikian. Seks nanti sangat tergantung dengan yang lalu dan juga yang kini. Mengapa selalu sombong dan tinggi hati?! Seks dan masa depan itu nyata, kok!!!

Masa lalu adalah masa yang sulit namun juga indah. Masa di mana banyak sekali terjadi gejolak juga perubahan. Segala isme dan juga paham serta ajaran juga adalah masa lalu. Bahkan perubahan dunia juga adalah masa lalu. Perubahan terus silih berganti dengan sangat cepatnya di masa lalu. Feodalisme, kolonialisme, komunisme, sosialisme, kapitalisme, demokrasi. Renaissance, romantisme, revolusioner, bohemian, Beatles, Morrison, Madonna, Sting, “sex, drugs, and rock n roll”. Apa lagi?! Sebutkan saja semuanya!!! Semua ada di masa lalu.

Kini kita sedang dalam masa di mana waktu terasa lamban dan bahkan berhenti. Semuanya tidak karu-karuan dan juga sangat tidak menentu. Apa yang terjadi kini hanya memberikan harapan semu bagi masa depan. Tidak ada yang bisa menjanjikan atau menjadi pegangan. Tidak tahu mana juga yang bisa dijadikan. Masa depan sepertinya sangat kelam dan kelabu. Apa benar dengan yang pernah disebutkan bahwa kini adalah akhir dari sejarah?!

Seks adalah masa lalu juga. Dimulai dari kisah Adam dan Hawa sebagai awal dari keberadaan manusia di muka bumi ini lalu terus berlanjut. Nabi Daud, Sulaiman, Firaun, Cleopatra, Kaligula, Triple X, Hardcore, Sex for peace and freedom. Kebiri, tes keperawanan, herpes, hepatitis, HIV, AIDS. Wuiiihhh!!! Masa lalu yang benar-benar membuat kepala saya berputar keras!!!

Sekarang ini kita dihadapkan dengan dilema antara keterbukaan dan ketabuan soal seks sementara perilaku seksual semakin tidak bisa dibendung. Tameng dan pertahanan lewat agama, kesehatan, dan juga pskologi bablas sudah. Ditabrak habis!!! Bingung mana yang harus dilakukan. Dibuka salah ditutup juga salah. Tidak tahu mana juga yang harus dipilih. Semuanya serba salah. Apa benar dengan apa yang ada di dalam persepsi bahwa Sodom dan Gomorah akan terulang kembali?!

Kini adalah yang lalu. Apa yang terjadi sekarang ini adalah sebuah proses panjang atas apa yang telah terjadi di masa lalu. Bayangkan masa di mana nasionalisme dan idealisme sebegitu kuatnya. Bagaimana bila para pahlawan kita tidak pernah berjuang untuk menjadikan negara kita menjadi sebuah negara yang merdeka. Tidak pernah juga memproklamasikan diri dan membuat Pancasila serta Undang-undang Dasar45. Tidak ada bendera merah putih dan lagu Indonesia Raya. Tidak ada bahasa Indonesia. Seperti apa kita, ya?!

Masa lalu juga berlanjut di mana semua yang pernah ada itu perlahan-lahan dihapus dan digantikan. Yang nyata diganti dengan yang bukan fakta. Yang benar berubah menjadi pembenaran. Yang salah pun kemudian bisa menjadi kebenaran. Teknologi dan dunia di belahan lain dijadikan alasan. Mereka yang berbeda adalah salah. Perbedaan yang menjadikan satu dipaksa dengan keseragaman yang tidak mengindahkan manusia. Apa yang terjadi kini adalah karena lalu. Haruskah kemudian terus berlanjut?! Akankah kebenaran itu muncul dengan sendirinya?!

Seks kini adalah juga yang lalu. Apa yang terjadi sekarang ini adalah sebuah proses atas apa yang telah dilakukan di masa lalu. Bayangkan masa di mana persetubuhan itu masih berupa naluri untuk meneruskan keturunan. Bayangkan pula masa di mana perkawinan, percintaan, dan persetubuhan itu menjadi sesuatu yang sifatnya sangat sakral dan spiritual. Penuh dengan aroma dan siraman religi yang sangat luar biasa. Lalu kemudian dilanjutkan dengan pemaksaan dan pemerkosaan. Selir, permaisuri, dayang-dayang. Banyak anak banyak rejeki. Baby booming.

Masa lalu seks juga berlanjut di mana semua itu kemudian berusaha dihapuskan dan digantikan dengan cara benar-benar menutupinya dan atau benar-benar membukanya. Menjadi tabu karena sangat sakral atau menjadi tabu karena tidak tahu, tidak bisa dibedakan. Menjadi terbuka karena diperlukan atau menjadi terbuka karena diinginkan, juga tidak bisa dibedakan. Mata terbuka namun tidak bisa melihat. Telinga?! Hati?! Kebodohan dan pembodohan terus berlanjut atas nama yang “benar, pintar, berkuasa, dan juga suci serta bermoral dan beretika”. Palsu!!! Sama juga, apa yang terjadi dengan seks masa kini adalah karena lalu. Bagaimana kemudian masa depan?! Apa yang akan terjadi kemudian?!

Kehidupan tidak pernah bisa dipisahkan dengan seks. Seks adalah titik awal kehidupan dan seks adalah kehidupan itu sendiri. Apa yang terjadi di masa lalu tidak akan pernah ada tanpa seks. Perkawinan silang antar suku dan budaya yang berbeda di muka bumi. Pencampuradukkan gen yang berbeda untuk kemudian terus menghasilkan generasi yang berbeda. Penghapusan ras dan suku serta dominasi lewat politik seks. Seperti yang pernah saya uraikan pada artikel saya yang berjudul “Dan” Antara Seks Politik Ala ML. Masih adakah di antara kita yang galur murni?! Apa yang membuat kita berbeda?!

Menurut saya pribadi, sejarah itu berhenti karena sekarang ini memang tidak ada perubahan. Perubahan sudah habis terjadi di masa lalu. Sekarang hanyalah masa akibat dari semua proses dari perubahan yang telah terjadi itu. Menjadi sebuah evolusi karena revolusi sepertinya sudah terlanjur habis. Keberanian dan nyali sudah lenyap entah ke mana?! Paling takut dan paling tidak berani dengan kejujuran dan hati nurani. Semuanya menjadi mati dan dimatikan. Sadar atau tidak sadar sehingga menjadi mau tidak mau. Arus tidak pernah berhenti untuk menghanyutkan mereka yang terseret.

Sodom dan Gomorah bisa saja terjadi lagi di masa depan nanti bila kita semua memang terus saja diam dan tidak mau melakukan perubahan. Perubahan dalam pemikiran, sikap, serta cara pandang terhadap seks yang merupakan kehidupan. Bukan persoalan dibuka atau ditutup atau apa yang terbuka dan apa yang tertutup. Bukan juga hanya persoalan moral, etika, agama, keyakinan, dan kesehatan semata. Harus menyeluruh. Sebuah kesatuan bulat yang utuh sehingga apa yang disebut manusia menjadi manusia seutuhnya. Apa yang dikenal dengan manusia dikenal dengan baik oleh manusia itu sendiri. Menjadi seorang manusia yang memiliki kepribadian. Menjadi diri sendiri.

Semua yang kita rasakan kini seharusnya tidak terus berlanjut bila memang kita mau. Pilihan ada di tangan kita sendiri. Kebenaran itu sesuatu yang mutlak. Kembalikan kebenaran itu kepada tempatnya. Masa depan adalah kita sekarang. Apa yang akan terjadi nanti semuanya tergantung kepada apa yang kita pilih. Bukan yang dipilihkan oleh mereka yang lain. Kenapa mau dipilihkan dan ditentukan juga?! Pilihan adalah anugerah yang membuat kita sama, kok?! Hargailah anugerah itu!!!

Sudah terbayang bagaimana seks dan masa depan kita nanti?! Semoga saja mimpi indah kita semua menjadi sebuah kenyataan.

Semoga bermanfaat!!!

Salam,

Mariska Lubis

Catatan:

Apakah ini bisa dijadikan masukan? Seks dan Masa Depan ML (Sebuah Masukan). Bagaimana juga bila ada ada “Dan” Antara Seks Politik Ala ML?

~ oleh Mariska Lubis pada Maret 22, 2010.

5 Tanggapan to “Seks dan Masa Depan”

  1. […] dengan Seks dan Masa Depan ? Apakah Ini juga bisa menjadi sebuah masukan atas Seks dan Masa Depan […]

  2. […] yang terjadi dengan melakukan yang benar. Semua adalah dari semua dan juga untuk semua. Ini demi masa depan yang lebih […]

  3. mengharapkan mimpi yang terbaik🙂

  4. […] Karena kini adalah yang lalu juga. Sekarang kita harus memikirkan apa yang kini untuk nanti. “Seks dan Masa Depan” juga bagaimana menjabarkan “Seks dan Masa Depan (sebuah masukan)” itu […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: